MAKALAH
KOMUNIKASI BISNIS
Disusun oleh :
FAISAL TANJUNG
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN ( SMK )
MUHAMMADIAH 1 TUMIJAJAR
KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT
2012/2013
KATA
PENGANTAR
Dengan memanjatkan
puji syukur ke hadirat Allah SWT, atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya
kepada kami semua, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah ini yang
berjudul kumunikasi Bisnis.
Kami menyadari bahwa
dalam penyusunan dan penulisan makalah ini banyak kekurangan, oleh karena itu
kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun, sehingga dapat kami jadikan
sebagai refensi dalam penyelesaian tugas berikutnya.
Dan semoga dengan
terselesaikannya tugas pembuatan makalah ini dapat bermanfaat bagi kami semua.
Amin.....
Tulang Bawang,
Penulis,
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Seperti yang kita ketahui
bersama jika komunikasi
merupakan elemen terpenting yang diberikan tuhan kepada manusia, karena dengan
komunikasi kita menjadi mahluk hidup bukan benda lagi, komunikasi bisa
menghidupkan nyawa sosial yang menjadi harapan kita untuk tetap berperan
sebagai manusia
Selain komunikasi ada juga faktor
penting yang harus kita lakukan, yaitu bisnis, yah bisnis, karena dengan bisnis
kita bisa menghasilkan simbiosis mutualisme untuk memenuhi kebutuhan dan hasrat
hidup kita sebagai manusia.Jika komunikasi adalah elemen yang membedakan kita sebagai
makhluk hidup dengan benda, bisnis juga merupakan elemen penting yang tidak
hanya membedakan kita dengan benda, tetapi juga membedakan kita sebagai manusia
dengan hewan.
Nah, jika kita gabungkan dua
kekuatan elemen ini, Komunikasi dengan Bisnis, pasti akan menjadi sesuatu yang
luar biasa, terlebih jika kita berhasil menguasai penyatuan keduanya ini.
Komunikasi Bisnis adalah
komunikasi yang digunakan dalam dunia bisnis yang mencakup berbagai macam jenis
dan bentuk komunikasi untuk mencapai tujuan bisnis.
Karena Komunikasi bisnis ini
merupakan komunikasi yang terjadi di dunia bisnis, kita tidak boleh melanggar
norma-norma yang ditetapkan oleh dunia bisnis ketika melakukan komunikasi.
Biasanya komunikasi bisnis memiliki aturan yang ketat, keras, formal,
terstatndar dan tanpa toleransi.
Dengan timbulnya situasi ”
Ekonomic Of Relatife Plenty ” dewasa ini pengusaha harus berusaha untuk menutup
jurang yang terbentang antara produsen dengan masyarakat konsumen selaku
pembeli atau pemakai barang dan jasa yang dihasilkan. Menjadi tugas dan
tanggung jawabnya selaku seorang pengusaha untuk selalu dapat mempengaruhi
besarnya permintaan akan barang produksi perusahaannya, selalu berusaha untuk
mencari pembeli yang dihasilkannya. Sebagai pengusaha dia harus memberitakan
penyempurnaan- penyempurnaan produksi yang telah dicapinya, dimana barang yang
di hasilkan dapat di peroleh masyarakat konsumen..
Penyelenggaran komunikasi dengan
pasar, merupakan suatu syarat mutlak bagi setiap produsen yang menghasilkan
produk secara besar-basaran yang ditunjukan kepada para konsumen yang tidak
dikenalnya. Penyelenggaraan komunikasi dengan pasar juga dapat disebut suatu
syarat mutlak bagi pengusaha yang ingin menjamin kelangsungan hidup
perusahaannya dan terus maju berkembang.
Dalam lingkungan bisnis ada aneka
sarana komunikasi perdagangan yang dapat dipergunakan para pengusaha untuk
berkomunikasi dengan konsumen. Sarana-sarana komunikasi perdagangan yang
tersedia antara lain dalam wujud pengirimin surat, pengiriman kawat, percakapan
telepon, kunjungan pribadi dll.
Jenis-jenis sarana komunikasi
perdagangan yang disebut tadi hanya sesuai bilamana dipergunakan dalam daerah
pemasaran baranga dan jasa yang ruang lingkuupnya terbatas.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang diatas, dapat
dirumuskan bahwa :
1.
Apa pengertian dari komunikasi bisnis ?
2.
Bagaimana Komunikasi bentuk-bentuk komunikasi itu?
3.
Bagaimana pengukuran dalam produktifitas tenaga kerja
?
C. Tujuan
Berdasarkan uarian diatas dapat disimpulkan bahwa
tujuannya adalah :
1.
Agar lebih memahami pengertian dari komunikasi bisnis
2.
Untuk lebih memahami secara mendalam dalam penilaian
kinerja
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian komunikasi
Bisnis
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian dan
penerimaan pesan atau informasi diantara dua orang atau lebih dengan harapan
terjadinya pengaruh yang positif atau menimbulkan efek tertentu yang
diharapkan. Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual
barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari bahasa
Inggris business, dari kata dasar
busy yang berarti "sibuk" dalam konteks individu, komunitas,
ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan
yang mendatangkan keuntungan.
Komunikasi bisnis adalah pertukaran gagasan, pendapat,
informasi, instruksi yang memiliki tujuan tertentu yang disajikan secara personal
atau impersonal melalui simbol - simbol atau sinyal.
Ada
lima komponen penting untuk diperhatikan dalam proses komunikasi, yaitu :
a. Pengirim pesan (sender atau komunikator)
a. Pengirim pesan (sender atau komunikator)
b.
Pesan yang dikirimkan (message)
c.
Bagaimana pesan tersebut disampaikan (delivery channel atau media)
d.
Penerima pesan (receiver atau komunikan); dan
Umpan balik (feedback) atau effect
Untuk dapat mengembangkan kemampuan dalam
berkomunikasi secara efektif, baik secara personal maupun professional paling
tidak kita harus menguasai empat jenis keterampilan dasar dalam berkomunikasi,
yaitu :
a.
menulis,
b.
membaca,
c.
berbicara; dan
d.
mendengar.
Disadari ataupun tidak, setiap hari kita
melakukan, paling tidak, satu dari keempat hal tersebut diatas dengan
lingkungan kita. Seperti juga pernafasan, komunikasi sering dianggap sebagai
suatu kejadian otomatis dan terjadi begitu saja, sehingga seringkali kita tidak
memiliki kesadaran untuk melakukannya secara efektif.
Dalam komunikasi bisnis
terdapat enam unsur pokok, yaitu:
·
Memiliki tujuan,
artinya komunikasi bisnis harus memiliki tujuan yang telah ditetapkan
sebelumnya sejalan dengan tujuan organisasi.[
·
Pertukaran, dalam hal
ini melibatkan paling tidak dua orang atau lebih yakni komunikator dan komunikan.
·
Gagasan, opini,
informasi, instruksi merupakan isi dari pesan yang bentuknya beragam tergantung
tujuan, situasi, dan kondisinya.
·
Menggunakan saluran
personal atau impersonal yang mungkin bersifat tatap muka, menggunakan media
tertentu atau melalui media yang menjangkau jutaan orang secara bersamaan.
·
Meggunakan simbol
atau sinyal yang merupakan alat atau metode yang dapat dimengerti atau dipahami
oleh penerima untuk menyampaikan pesan.
·
Pencapaian tujuan
organisasi: salah satu karakteristik yang membedakan organisasi atau lembaga
formal dari informasi adalah adanya tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya
oleh manajemen.
B. Bentuk Komunikasi Bisnis
1.
Komunikasi Tertulis
Pesan-pesan
tertulis memiliki berbagai bentuk seperti surat, memo, proposal, laporan. Salah
satu keuntungan komunikasi ini adalah :
·
Catatan permanen
·
Pesan yang terencana
·
Ekonomis
·
Distribusi lebih mudah
Penulis memiliki kesempatan untuk merencanakan dan
mengendalikan pesan-pesan mereka. Format tulisan diperlukan jika informasi yang
disampaikan bersifat kompleks, dibutuhkan catatan permanen
untuk referensi di masa yang akan datang
2.
Komunikasi Lisan
Salah
satu kebaikan dari komunikasi lisan (oral communication) adalah
·
Bisa menangkap nonverbal
·
Mudah
·
Feedback langsung
Kemampuan
dalam memberikan umpan balik dengan segera digunakan bila pesan yang
disampaikan adalah sederhana, tidak perlu catatan yang permanen. Komunikasi
lisan mencakup percakapan, telepin, wawancara, rapat konfrensi dan
lain-lain
C. SALURAN KOMUNIKASI
1)
Komunikasi Formal
Komunikasi formal adalah
suatu proses komunikasi yang bersifat resmi dan biasanya dilakukan di dalam
lembaga formal melalui garis perintah atau sifatnya instruktif atau mengikuti
garis hirarki atau jabatan, Suatu komunikasi juga dapat dikatakan formal ketika
komunikasi antara dua orang atau lebih yang ada pada suatu organisasi dilakukan
berdasarkan prinsip - prinsip dan struktur organisasi. Tiga arah komunikasi
formal
§
Downward adalah pengambilan
keputusan ke karyawan, contoh kebijakan, rencana, strategi, instruksi dan
prosedur
§
Upward adalah dari pekerja ke pemimpin, contoh
laporan kerja, usulan perbaikan.
§
Horizontal adalah
sesama/level yang sama, contoh: meeting, e-mail, dan memo
2)
Komunikasi Informal
komunikasi informal adalah
komunikasi antara orang yang ada dalam suatu organisasi , akan tetapi tidak
direncanakan atau tidak ditentukan dalam struktur organisasi . Fungsi
komunikasi informal adalah untuk memelihara hubungan sosial persahabatan
kelompok informal , penyebaran informasi yang bersifat pribadi dan privat
seperti isu , gossip , atau rumor. Bila banyak informasi yang beredar melalui
informal artinya komunikasi formal tidak efektif. Keuntungannya adalah
informasi lebih cepat dan efektif dan bias mengekspresikan pendapat tanpa
ragu-ragu.
D. KOMUNIKASI INTERNAL DAN EKSTERNAL
Fungsi internal dan eksternal
komunikasi bisnis secara umum adalah sebagai berikut :
§
Menginformasikan (tin inform)
§
Membujuk (to persuade)
§
Mempromosikan (to promote
goodwill)
§
Komunikasi Bisnis Internal
1)
Komunikasi Bisnis internal
Komunikasi
internal mencakup pada komunikasi kepada atasan, bawahan dan rekan kerja.
Komunikasi bisnis internal memiliki fungi sebagai berikut :
§
Mengeluarkan dan menjelaskan peraturan dan prosedur
§
Menginformasikan progres
perusahaan
§
Mendorong pegawai melakukan
perbaikan
§
Evaluasi, member penghargaan dan
menegur pegawai
2) Komunikasi Bisnis Eksternal
Komunikasi
eksternal ini mencakup konsumen, supplier, pemerintah dan public. Fungsi
komunikasi bisnis eksternal sebagai berikut :
§
Membujuk konsumen pembeli produk
§
Menjelaskan produk atau layanan
§
Mengklarifikasikan spesifikasi
yang dibutuhkan
§
Mempromosikan omage positif
perusahaan
§
Memberikan kredit dan penagihan
piutang
E. HAMBATAN KOMUNIKASI
BISNIS
Komunikasi seringkali
terganggu atau bahkan dapat menjadi buntu sama sekali. Faktor hambatan yang
biasanya terjadi dalam proses komunikasi, dapat dibagi dalam 3 jenis sebagai
berikut :
Ø Hambatan Teknis
Hambatan
jenis ini timbul karena lingkungan yang memberikan dampak pencegahan terhadap
kelancaran pengiriman dan penerimaan pesan. Dari sisi teknologi, keterbatasan
fasilitas dan peralatan komunikasi, akan semakin berkurang dengan adanya temuan
baru di bidang teknologi komunikasi dan sistim informasi, sehingga saluran
komunikasi dalam media komunikasi dapat diandalkan serta lebih efisien.
Ø Hambatan Semantik
Gangguan
semantik menjadi hambatan dalam proses penyampaian pengertian atau idea secara
efektif. Definisi semantik adalah studi atas pengertian, yang diungkapkan lewat
bahasa. Suatu pesan yang kurang jelas, akan tetap menjadi tidak jelas bagaimanapun
baiknya transmisi.
Untuk menghindari
mis-komunikasi semacam ini, seorang komunikator harus memilih kata-kata yang
tepat dan sesuai dengan karakteristik komunikannya, serta melihat dan
mempertimbangkan kemungkinan penafsiran yang berbeda terhadap kata-kata yang
digunakannya.
Ø Hambatan Manusiawi
Hambatan
jenis ini muncul dari masalah-masalah pribadi yang dihadapi oleh orang-orang
yang terlibat dalam komunikasi, baik komunikator maupun komunikan.
Menurut Cruden dan Sherman, hambatan ini mencakup :
Menurut Cruden dan Sherman, hambatan ini mencakup :
·
Hambatan yang berasal dari perbedaan individual
manusia, seperti perbedaan persepsi, umur, keadaan emosi, status, keterampilan
mendengarkan, pencarian informasi, penyaringan informasi.
·
Hambatan yang ditimbulkan oleh iklim psikologis dalam
organisasi atau lingkungan sosial dan budaya, seperti suasana dan iklim kerja
serta tata nilai yang dianut .
Beberapa hal yang menghambat komunikasi bisnis:
v Iklim
komunikasi tertutup, karyawan sedikit mengetahui tentang perusahaan, informasi dikuasasi
oleh pemimpin.
v Struktur
organisasi yang besar dan berjenjang, distorsi, penyampaian tertunda, persepsi
berbeda.
v Filtering,
pesan dirubah, diperpendek atau diperpanjang.
v Tidak
percaya, merasa diperdaya, dimanipulasi atau diperlakukan dengan tidak
adil.
v Rivalitas
antar karyawan, saling merahasiakan informasi yang bisa menguntungkan orang
lain.
v Status
dan power
Beberapa hal untuk mengatasi
hambatan komunikasi bisnis:
v Mendorong
iklim komunikasi terbuka, mendorong masukan dan feedback dari karyawan
v Menyederhanakan
struktur organisasi, mengurangi layer, informasi lebih cepat
v Mempromosikan
komunikasi horisontal, meningkatkan moral, menambah ide-ide.
v Membuat
pusat isu, karyawan bisa mengkonfirmasi isu yang berkembang
v
Membuat saluran formal seperti newsletter untuk memuat
berita/informasi perusahaan
BAB IV
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Komunikasi bisnis adalah
proses pertukaran pesan atau informasi untuk mencapai efektivitas dan efisiensi
produk kerja di dalam struktur dan sistem organisasi. Dalam kegiatan komunikasi
bisnis, pesan hendaknya tidak hanya sekedar informatif tetapi juga haruslah
Persuasif, agar pihak lain bersedia menerima suatu paham atau keyakinan atau
melakukan suatu perbuatan atau kegiatan.
Di era globalisasi ini, tantangan
seorang manajer di masa depan relatif akan semakin sulit, karena dunia bisnis
menghadapi lingkungan persaingan yang cenderung semakin turbulen. Para manajer
perlu membekali diri dengan keterampilan lintas budaya, berupa kemampuan berinteraksi
dengan berbagai ragam budaya, gaya manajemen / bisnis bangsa lain, maupun
kerjasama tim, baik intern maupun dalam suatu aliansi strategis dengan mitra
bisnis. Disini peran komunikasi bisnis menjadi semakin sangat penting, yaitu
kemampuan membaca, menafsirkan laporan dan informasi dari lingkungan. Disamping
menyampaikan gagasan, baik lisan maupun tertulis secara sistematik.
Di era e-bisnis, Komunikasi
berkembang menjadi suatu bisnis tersendiri. Perkembangan sistim informasi dan
teknologi mempercepat proses Globalisasi dan memberikan peluang bagi dunia
usaha di Indonesia untuk mengembangkan usahanya, melalui berbagai kesempatan
menjalin relasi bisnis, pemasaran produk ataupun lainnya. Melalui e-bisnis,
transaksi bisnis telah dilakukan melintasi batas demi batas dan zona waktu yang
hampir pada saat yang bersamaan.
Aktivitas e-bisnis di Indonesia,
merupakan tantangan tersendiri bagi para manajer untuk mengkomunikasikan
bisnisnya kepada masyarakat yang mayoritas skeptis terhadap sistem penjualan on
line melalui perbaikan sistem, pemupukan tingkat kepercayaan masyarakat serta
pemberian edukasi yang berkesinambungan.
DAFTAR PUSTAKA
http//aurajogja.files.wordpress.com
google.com
http://komunikasibisnis.blogspot.com/2007/08/tantangan-kompetensi-komunikasi-bisnis.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar